
1. Keutamaan Bulan Rajab
Bulan Rajab merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam. Banyak kitab klasik, di antaranya Mukasyafatul Qulub karya Syekh Imam Al-Ghazali, menjelaskan keutamaan dan keistimewaan amal ibadah di bulan ini. Pada tanggal 16 Rajab 1447 H, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.
2. Keutamaan Puasa dan Tahajud di Bulan Rajab
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Sahabat Tsauban ra., Rasulullah SAW menjelaskan bahwa:
- Orang yang berpuasa satu hari di bulan Rajab dan
- Mendirikan shalat malam (tahajud) satu malam
dengan niat ikhlas karena Allah SWT,
akan:
- Terhindar dari siksa kubur
- Dicatat pahalanya seperti ibadah selama satu tahun penuh, yaitu puasa di siang hari dan shalat malam di malam hari.
3. Keutamaan Bershalawat di Bulan Rajab
Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra’ Mi’raj melihat sebuah sungai di surga yang:
- Lebih putih dari susu
- Lebih manis dari madu
- Lebih harum dari minyak misk
Sungai tersebut diperuntukkan bagi orang-orang yang memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW di bulan Rajab. Oleh karena itu, amalan utama di bulan Rajab adalah:
- Puasa sunnah
- Memperbanyak shalawat
4. Kisah Perempuan Ahli Ibadah dari Baitul Maqdis
Dalam Mukasyafatul Qulub diceritakan seorang perempuan salehah di Baitul Maqdis yang:
- Setiap hari di bulan Rajab membaca Surah Al-Ikhlas 12.000 kali
- Menggunakan pakaian khusus untuk beribadah di bulan Rajab
Ia berwasiat agar pakaian tersebut dijadikan kain kafannya sebagai saksi amal ibadahnya. Namun wasiat itu tidak dilaksanakan oleh anaknya. Akibatnya, sang anak bermimpi ditegur ibunya. Ketika kubur dibuka kembali, jenazah sang ibu telah tiada. Dalam mimpi berikutnya terdengar penjelasan bahwa:
Orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh di bulan Rajab akan dikumpulkan bersama orang-orang saleh dan tidak ditelantarkan oleh Allah SWT.
5. Pentingnya Melaksanakan Wasiat
Wasiat orang yang akan wafat sebaiknya dilaksanakan selama tidak bertentangan dengan syariat. Hal ini dicontohkan melalui kisah nyata wasiat Bu Nyai Churriyah tentang pembangunan tempat ibadah dan lokasi pemakamannya, yang akhirnya dilaksanakan sesuai pesan beliau.
Wasiat orang yang akan mati sebaiknya memang harus dilaksanakan. Dulu saya menikah tahun 1997. Pada tahun 1998 oleh Bu Nyai Churriyah saya dipanggil. Beliau berkata, “Yahya, Kamu maturo Abah Djamal, membuatlah Mushola di barat sebelah utara, karena besok saat sudah wafat aku kepingin mendengar anak-anak ngaji Alquran di sana, iki tak wehi duit!”.
Saat itu saya diberi uang lima juta oleh Bu Nyai Churriyah. Lalu saya matur kepada Abah Djamal saat beliau mutholaah pagi-pagi tentang permintaan Bu Nyai Churriyah tersebut. Saat itu beliau dawuh, “Ojo Mushola, pinggire Masjid, masak mushola, dirikanlah gedung khufadz!”. Dan akhirnya rabu setelah itu Abah langsung mengukurkan tanahnya, lebar 8 metet dan panjangnya 20 meter.
Tahun 2000 Bu Nyai Churriyah wafat, lalu saya matur kepada Mbah Nyai Musyarafah, Ibu dari Bu Nyai Churriyah bahwa dulu tahun 1998 Ibu pernah wasiat agar ketika wafat dimakamkan di sebelah barat bangunan khuffat. Mbah Nyai Musyarafah memerintah agar saya matur ke Abah Djamal. Ketika matur Abah Djamal beliau meng-iya-kan karena beliau pun masih ingat pesan tersebut.
Akhirnya Bu Nyai Churriyah di makamkan di area makam di sebelah barat pondok khufftat dan Al-Muhibin. Padahal seluruh keluarga beliau ada di Makam Mbah Fattah. Itu karena wasiat beliau memang seperti itu.
6. Pakaian dan Tempat sebagai Saksi Ibadah
Orang-orang saleh memiliki kebiasaan:
- Menggunakan pakaian tertentu untuk ibadah
- Berharap pakaian tersebut menjadi saksi amal di akhirat
Karena itu, dalam shalat sunnah dianjurkan berpindah-pindah tempat agar semakin banyak saksi ibadah, sebab:
- Pakaian
- Tempat
akan menjadi saksi amal di hari kiamat.
7. Kisah Ahli Maksiat yang Diampuni Allah SWT
Dalam kitab Irsyadul Ibad dan Nashoihul Ibad diceritakan seorang laki-laki ahli maksiat di Basrah yang:
- Dikenal gemar judi dan minum khamr
- Tidak ada yang mau memandikan dan menshalatinya saat wafat
Namun seorang ulama besar mendapat perintah dalam mimpi untuk menshalatinya karena Allah SWT telah mengampuni dosanya. Setelah ditelusuri, ternyata laki-laki tersebut:
- Tidak pernah meninggalkan shalat lima waktu
- Sangat mencintai dan menyantuni anak-anak yatim
Amalan inilah yang menjadi sebab turunnya ampunan Allah SWT.
8. Pelajaran Utama
Dari keseluruhan kisah dan penjelasan dapat disimpulkan bahwa:
- Bulan Rajab adalah waktu istimewa untuk meningkatkan ibadah.
- Amal kecil yang dilakukan dengan ikhlas memiliki pahala besar.
- Shalat, puasa, shalawat, dan kepedulian sosial sangat bernilai di sisi Allah SWT.
- Jangan meremehkan seseorang dari tampilan lahiriah semata.
- Menyayangi anak yatim dan menjaga shalat adalah sebab turunnya rahmat dan ampunan Allah SWT.
9. Penutup
Sebagaimana diajarkan oleh Abah Djamal, salah satu bentuk pendidikan ruhani adalah membiasakan diri menyantuni anak yatim, fakir, dan miskin, terutama di bulan-bulan mulia, agar kita termasuk hamba-hamba yang mendapat rahmat dan ampunan Allah SWT.
Disarikan dari Pengajian Al Hikam KH. Moh. Yahya Husnan
di Masjid Bumi Damai Al-Muhibbin, Tambakberas Jombang
5 Januari 2025
