Kitab Matan Al Jurumiyyah Dilengkapi Skema per Bab

Kitab Matan Al-Jurumiyyah adalah kitab panduan dasar tata bahasa Arab (ilmu nahwu) yang disusun oleh Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin Daud Ash-Shanhaji (Ibnu Ajurrum) atau yang disebut Imam ash-Shanhaji. Beliau lahir di Fez, Maroko tahun 672 H, dan wafat pada tahun 723 H.

Di lingkungan pondok pesantren, kitab ini menjadi rujukan utama untuk mempelajari dan membaca kitab kuning atau teks Arab gundul yang menjadi salah satu rujukan utama kurikulum pesantren dalam mempelajari berbagai fan kitab kuning.

Untuk dapat belajar ilmu nahwu atau gramatika bahasa Arab, salah satu kitab dasar yang perlu dipelajari terlebih dahulu adalah kitab Jurumiyah.

Belajar nahwu adalah hal yang sangat bermanfaat, seperti kata Al-imam Asy-Syafi’i yang artinya: “Siapa yang belajar ilmu nahwu secara mendalam, maka ia akan memperoleh petunjuk kepada seluruh ilmu”.

Di lingkungan pesantren, kitab ini menjadi sarana para santri untuk dapat membaca kitab kuning atau kitab dengan huruf Arab gundul. Ada banyak kitab kuning yang nantinya harus dipelajari santri. Tanpa memahami ilmu nahwu, maka mereka kesulitan dalam menggali ilmu lainnya.

Materi di dalam kitab ini terbagi menjadi 26 bab padat yang membahas tentang:

  • Kalam: Klasifikasi kata dasar (isim, fi’il, dan huruf).
  • I’rab dan Tanda-tandanya: Perubahan akhir kata dalam bahasa Arab.
  • Pembagian Isim yang Dibaca Rafa’, Nashab, dan Jarr (Khafadh): Posisi kata dalam kalimat yang menentukan harakat akhirnya.
  • Fi’il: Tata bahasa untuk kata kerja.

Kitab Matan Al Jurumiyyah yang diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Al-Muhibbin Tambakberas Jombang mempunyai khasnya tersendiri, di setiap bab yang ada, diberikan keterangan skema / bagan per bab, sehingga para santri atau pelajar dapat cepat memahami dan menghafalkan materi yang ada karena sudah terpetakan. Salah satu metode tercepat dalam menghafal suatu materi adalah dengan men-skema-kan materi atau bisa juga disebut metode pohon (mind mapping).

Selain itu juga jarak antar baris diberikan jarak yang renggang sehingga memudahkan untuk memberikan makna dari pada ustadz / guru. Naskah yang diterbitkan juga sudah di tahqiq. Tahqiq kitab adalah proses penyuntingan dan validasi naskah kuno (manuskrip) agar sesuai dengan teks asli penulisnya. Tujuannya adalah memperbaiki kesalahan, melacak sumber kutipan (seperti hadis dan ayat), serta memberikan catatan kaki agar kitab klasik mudah dipelajari.

Informasi dan Pemesanan silahkan klik link berikut : linktr.ee/pustakaalmuhibbin

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *